Skip to content

Rombongan Gubernur NTT Ditilang Karena Menyalakan Sirine

11/01/2013

Re-Post dari Koran FB

Rombongan Gubernur Ditilang Karena Menyalakan Sirine*sumber Koran FB

Rombongan Gubernur Ditilang Karena Menyalakan Sirine
*sumber Koran FB

Melanggar, Dua Polantas Hentikan Iring-iringan Gubernur NTT

Dua anggota Satlantas Polres Kupang, Aiptu Piet Ena dan Aipda Mess Nite, menghentikan perjalanan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan rombongannya, usai melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Kupang, Kamis (10/12013).
Penghentian dilakukan saat gubernur melintasi Jalan Timor Raya di Noelbaki, karena kendaraan yang mengawalnya membunyikan sirene.
Gubernur Frans Lebu Raya pun turun dari mobil dinasnya, lalu menghampiri dan menegur dua anggota Satlantas yang sedang bertugas.

Meskipun demikian, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Kupang, setelah tertahan sekitar 10 menit. Kepada Pos Kupang (Tribunnews.com Network) di Mapolres Kupang, kemarin, Aiptu Piet Ena dan Aipda Mess Nite mengaku menghentikan mobil gubernur dan rombongannya sesuai prosedur. Bahkan, Piet mengaku sempat dimarahi gubernur.

“Pak Gubernur turun dari oto (mobil) dan tanya saya. Kamu tahu tidak saya Gubernur NTT, kenapa kalian tahan? Saya hanya bilang, kami tidak tahan bapak. Kami hentikan kendaraan yang mengawal bapak karena membunyikan sirene, dan itu melanggar aturan. Lalu Pak Gubernur bilang biarkan saya lewat, nanti saya sampaikan ke Kapolda,” kata Piet menirukan ucapan gubernur.

Hal senada disampaikan Aipda Mess Nite. Menurutnya, sekitar belasan mobil rombongan gubernur yang dihentikan. Bahkan, ada sebagian dari rombongan yang menendang papan rambu lalu lintas yang bertuliskan pemeriksaan kendaraan. Namun, keduanya mengaku prosedur yang dijalankan saat menghentikan kendaraan merujuk pada aturan lalu lintas, yakni UU Nomor 22 Tahun 2009.
Wakapolres Kupang Kompol Anthon Ch Nugroho yang ditemui di Mapolres Kupang kemarin menjelaskan, apa yang dilakukan anggotanya di lapangan merujuk pada aturan lalu lintas, yakni UU Nomor 22 Tahun 2009.
Merujuk pada aturan itu, kata Anthon, dijelaskan bahwa yang memiliki kewenangan untuk membunyikan sirene dan rotator hanya kendaraan-kendaraan tertentu. Namun yang terjadi, saat rombongan Gubernur NTT melintas di wilayah hukum Polres Kupang, tidak ada pengawalan dari anggota Satlantas.
Mobil Pol PP yang mengawal Gubernur NTT juga menerobos, saat anggota melakukan tugas operasi pemeriksaan surat-surat kendaraan di jalan umum.

“Kami tidak tahan Pak Gubernur. Yang kami hentikan mobil yang mengawal rombongan, karena membunyikan sirene. Sesuai dasar hukum, itu bukan kewenangan mereka (Dishub dan Pol PP) untuk membunyikan sirene,” jelas Anthon.

Menurutnya, aparat Dishub maupun Pol PP tidak diperbolehkan mengawal, karena yang berhak adalah institusi kepolisian, dalam hal ini Satlantas. Hal semacam ini terjadi, diakuinya, karena protokoler tidak melakukan koordinasi.

“Kami tidak diberitahu. Tidak ada koordinasi. Seandainya disampikan lebih dulu, pasti kami berikan pelayanan untuk mengamankan rute-rute yang akan dilalui,” tambah Anthon.

Mengenai UU Lalu Lintas No 22/2009, lanjut Anthon, terus disosialisasikan kepada masyarakat. Semestinya, instansi seperti Pol PP dan Dishub bisa lebih memahaminya, sehingga hal semacam ini tidak terjadi lagi. Ia mengungkapkan, kejadian seperti ini sudah tiga kali terjadi, yakni pada 2009, 2012, dan 2013. (tribunnews/11/1/13)

Sumber : Koran FB

Naahhh……

Masih ngeyel pake sirine, strobo & TOA ????

Belum tau tentang UU Lalu Lintas No 22 / 2009??

klik aturannya disini & disana

About these ads
44 Komentar leave one →
  1. 11/01/2013 2:29 PM

    salut buat pak pol tadi

    Suka

  2. eyang ali topan permalink
    11/01/2013 2:33 PM

    ijin reblog :D

    Suka

  3. eyang ali topan permalink
    11/01/2013 2:34 PM

    Reblogged this on BLOGNYA TIGER ITEM and commented:
    Harusnya jangan cuma di NTT, kota lain juga!

    Suka

  4. 11/01/2013 2:43 PM

    Suatu tindakan yg dilakuikan sesuai prosedur …… Bagus memang , tapi itu di NTT di tunggu ditempat lain di pulau jawa misalnya …. Pertanyaanya beranikah hamba wet ini melakukanya di Jakarta misalnya : D

    Suka

  5. 11/01/2013 2:45 PM

    itu yang di setop satpol pp sama dishub cuy … whwhwhwh birokrasi oh birokrasi …. coba cek kapan pilkada terdekat ntt ?

    Suka

    • 11/01/2013 2:58 PM

      hhmmm….
      pilgub NTT maret 2013
      politisisapi kaah :mrgreen:
      disinyalir ada oknum polisi yang menjadi pendukung saingan gubernur sekarang :P
      tapi btw, satpol PP ma dishub berhak menggunakan sirine apa ngga siichh?????

      Suka

  6. 11/01/2013 2:48 PM

    jossssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

    Suka

  7. 11/01/2013 2:57 PM

    aparat seperti itulah yg dibutuhkan di negara ini..

    Suka

    • 11/01/2013 3:01 PM

      sengtujuh
      semoga aparat hukum di Indonesia seperti ini
      tanpa pandang bulu & rambut :mrgreen:

      Suka

  8. kid1708 permalink
    11/01/2013 2:59 PM

    trus dia sebagai gubernur merasa kebal hukum?? buang ke tempat sampah aja pemimpin kayak gitu

    Suka

  9. 11/01/2013 3:12 PM

    Hebat semoga gak dimutasi tiba2..Klo perlu ksh kenaikan pangkat

    Suka

  10. 11/01/2013 3:52 PM

    Pantesan diNTT daerahnya perkembabgannya lambat lawong gubernurnya kayak gitu…

    Suka

  11. 11/01/2013 4:04 PM

    wiiuuuwww..wiiuuuuwwww..yang gubernur itilang, yg kayak gini gimana ya? :D

    https://kankkunk.wordpress.com/2012/12/27/ketemu-rombongan-dengan-sirine-di-tawangmangu/

    Suka

  12. IPY permalink
    11/01/2013 4:24 PM

    pasti langsung ditegur atasan & dipindah tugaskan ke daerah….

    Suka

  13. adyudha permalink
    11/01/2013 4:53 PM

    kelakuan gubernur kok kaya gitu, padahal ga ada pengawalan..
    ckckck..

    Suka

  14. 11/01/2013 5:14 PM

    kita lihat bakal dimutasi kemana tuh polisi.

    Suka

  15. 11/01/2013 10:15 PM

    wah.. gubernur koq omongannya kayak gitu ya…. ga pantas jd pemimpin klo suka ngelanggar aturan… salut buat polisinya cuman koq tumben ya ada yg kayak gitu….

    Suka

  16. 11/01/2013 10:52 PM

    wah polantase ra dibagi ngawal dadine yo ngambegh xixixi

    Suka

  17. 12/01/2013 7:28 PM

    mantap….. ga pandang bulu

    Suka

  18. 13/01/2013 12:26 PM

    kalau koordinasi dahulu, harus kasih uang saku gak?? buat ganti bensin yang ngawal #eh.

    Suka

    • LUI permalink
      14/01/2013 2:44 PM

      nah tu dia permaalahannya :D kalau gratis, dijamin pemda ga perlu dikawal satpol PP atau Dishub

      Suka

      • 15/01/2013 11:21 AM

        hhmmmm…..
        uang bensin, uang rokok, uang snack, uang makan nasi padang :mrgreen:

        Suka

  19. 13/01/2013 1:06 PM

    “Kamu tahu tidak saya Gubernur NTT, kenapa kalian tahan?”
    Sombonge reeeeeekkkk…as* tenan wong iki

    http://rideralam.wordpress.com/2013/01/13/produk-baru-yamaha-turun-harga-strategi-monozukuri/

    Suka

  20. 27/03/2013 10:36 AM

    gubernur preman,..
    gubernur gak tau aturan… goblok

    Suka

  21. 23/04/2013 2:22 PM

    ini baru artikel bagus.. bisa tambah pengetahuan…

    Suka

  22. 24/06/2013 2:30 PM

    siap siap mutasi .:)

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.101 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: